Disetiap lapis masa lalu
di mana angin membatu
Dan musim tak lagi bergerak
Pusaran waktu membuatku terhempas
Lalu lepas dari serpihan detik yang terus mengalun melaju kehampaan
Kalbu dan hasrat menjelma menjadi noktah noktah pucat dirangka langit
Kini kucoba untuk tegak
Berpancang tubuh menantang badai

Tinggalkan komentar