Anak Rantau

Dengan tintah hitam tangan ini menari-nari

Selembar kertas tumpuan imajinasi hati

Meski terkadang air mata berurai membasahi

Begitu pahit hidup yang harus di lewati sendiri

Bagaikan berjalan dibara api tanpa alas kaki

Panas udaranya mencekik sampai ke lubuk hati

Begitu nasib anak rantau yang kepedihan datang silih berganti

Berminggu-minggu sudah hidup di rantau orang,,

Berbulan-bulan sudah hidup di rantau orang,,

Bertahun-tahun sudah hidup di rantau orang,,,

Rela tinggalkan kampung halaman yang ku cintai

Rela jauh dari kasih sayang kedua orang tuaku

Rela jauh dari saudara-saudariku,,

Hanya untuk mencari sebongkah ilmu

Hidup di rantau orang tanpa sanak saudara

Laksana seorang anak yang tinggal sebatang kara

Hidup penuh tantangan dan bahaya di depan mata

Seakan dikelilingi kulit putih dan rambut lurus

Namun tak ada rasa takut di dalam jiwa

Demi kebahagiaan dan senyum keluarga

Rasa takutpun sirna dan berubah menjadi kekuatan yang nyata

Kadang rindu membelenggu jiwa

Dikala kesunyian menikam hitam bola mata

Namun doa keluarga menjadi pengobat lara

Dalam meniti kehidupan dunia pana

Meskipun hinaan dan caci maki yang di dengar

Namun itu tak menjadi penghalang dalam berlayar

Karena hinaan menjadikan aku seorang yang tegar

Karena caci maki menjadikan aku orang yang sabar

Untuk menempuh perjalanan hidup menuju kesuksesan…

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai