Kategori: Tidak Dikategorikan
-
Segenang Petang
matahari melorot sepinggang bukitdan hujan jingga yang tiada habisnya mengguyurmenggelar banjir di sepanjang aspal selurus rumahmuasap rokokkku asyik berenang renangsedang aku tenggelam muramkulirik spion motor
-
Kegundahan Jiwa
Kala kata tak bisa dirangkaiKala ungkap tak bisa lagi diuraiKegundahan dari jiwa tak bisa direlaiÄda apa wahai jiwa yang tak bisa santaiPadahal tak ada satupun yang
-
Kemustahilan Itu Kamu
Aku adalah detak detik jam yang semakinbertambah nilainya dan kembali lagi ke satulalu dua dan berlanjut, Dan engkau adalah angka fana tiga belasyang tak kunjung ada dalam perjalananku,
-
Sesal yang indah
Bukanlah tiada perasaan malu yang hadirTiada pula rasa kesal dan sesalKarena semua hadir tanpa kehendak yang disengaja Namun,Jika semua harus berakhirJanganlah berakhir dengan pualam tak bergeming…Sebenarnya tiada
-
Senyum Sinis
Rintik hujan kala itu tak hanya membasahi sekujur tubuhTapi, tetesannya jatuh tepat di relung hatiSeakan tak berdaya, ku terbuai kenangan lamaMengingat perjalanan karir yang direnggut masa Mulailah untuk menjadi akhirakhirilah untuk memulai yang barudengan tujuan yang pastiakan sebuah gapaian yang indahnaluri yang kita inginkanuntuk sebuah ilusiyang terjadi kelak dalam kelam Malam berganti pagimulai dengan lembaran…
-
Tak Kasat Mata
Bukan kita yang butaMereka memang tak kasat mataMengusik riuh duniaMerampas damai jiwa Mereka musuh tak bersenjataMenyebar menduduki jagad rayaBukan lemah jikalau mendekamYang lengah yang diterkam Dunia sudah kehilangan gemerlapnyaPergilah tanpa mengenal kembaliBiarkan bangkit tuk melangkahTak pernah sudi untuk menyerah
-
Peluh Pembangkang
Di ambang waktuKu merangkak lesu termakan piluMembakar peluh yang jatuh bercampur debuMerenung, membisu di kalbuTidakkah kau tahu?Bendera suci di pelupuk mataIngin jariku menyandera Tapi tetapkan tujuan untuk sebuah pergerakanPerbanyak pikiran untuk perluas wawasanJangan lemah ketika terjatuhBangkit lagi teruskan langkah kehidupanAgar kelak kita sampai juga di tempat tujuanPuisi Kehidupan Penuh Rasa Syukur
-
Oktober di Bukit
Pada bukit kami merangkak tanyaTentang persoalan yang terus mengerasMelihat tanda sapa menegurMerenggut setiap tanya Tanyaku adalah janjikuYang kini tertidur melampaui usiamuBukan aku menolak janjimuTapi getah
-
Jarak
Jauh dan tak bisa ku pandangAkal pun berkata janganRiuh gemuruh rindu menggebuAkan kah kita bertemu?Ku nantikan dirimu hadir disisiku Melangkah di bebatuanTergores kerikil tajam tak bertuanMembekas luka di kaki tak terobatiTak ada pilihan selain terus melangkahWalau Sungguh sulit tuk dimengerti Mendaki bukit terjalDengan tepian bergerigi kasarTergelincir karena emosiHadirkan kekosongan didalam hati
-
Kaulah Pemenang!
Tendang bola pemikiran sejauh anganRasuki setiap nyawa yang menentangTajamkan tekat dan harapanPercaya kau bisa berkembang Rentangkan jiwa air yang tenangKau adalah perwira di masa depan Semangat!
