Kategori: Tidak Dikategorikan
-
Di peluk Nestapa
Hidup bagaikan operaYang terus berulang-ulangKadang seindah senja di sore hariLalu usai di telan Nestapa Bisakah ku rangkai sepucuk suratMendatangkan Harsa di balik NestapaNamun sang ombak terusMeratapi nasib yang demikian menggiring
-
Anak Lelaki Kecil dan Kopiah Putih
Hidup adalah keajaibanYang setiap saat menebar racun mematikanTeriakan dan suara pecahan kaca Menyambut telinga dan disaksikan oleh mataAnak lelaki kecil itu berhadapan dengan ketakutanMelupakan rasa ingin Tuhan… Adakah seseorang yang Kau siapkan untuk kuUntuk bersama menopang beban yang ku pikul iniAgar mauku bagi kesedihankuMau ku bagi deritaku
-
Alamku
Embusan angin di hari senjaMeliukkan pucuk-pucuk PinusMenari-nari indah ke kiri dan kananMeleburkan hati resah dalam bimbang Kicauan burung-burungSembari melompat antar cabangMelantunkan melodi indahMenjadikan hati tenang
-
Semesta, Kata, dan Kita
Gurat kehidupan tak ubahnya warna semestaSenangnya menunjukkan ketidakpastian senantiasaMaka aku memilih menjadi rahasiaSebab hakikat diri adalah kata Atas setiap salah aku menataSegalanya sudah jadi biasaDicinta dan hanya saja rasa kebersamaan iniselalu menunjukkan bagaimana untuk bisa membuatmu tersenyum Tertawa seperti dulu lagi,, dan menjalani hidup seperti biasanyaSemoga kamu mendengar Bisikan hatiku iniYang kubisikkan lirih di telingamu,…
-
Doa
Ada hati merinduDisaat semua mata terpejamAda tangis yang merintihDikesunyuian malam Suaranya lirih,Namun menggema di angkasaTersirat makna di lantunan ayat-NyaTerucapkan nama disetiap doa. Jangan merasa kurang akan semua yang didapatkanSyukuri semua yang maha kuasa berikanDalam hidup memang butuh pengorbanan Namun kuasa-Nya lah yang menjadi keputusanSyukuri nikmat kehidupan dari tuhanSehingga kita akan memperoleh indahnya bahtera dalam kehidupan
-
Sepertiga Malamku
Di sepertiga malamTerbuka luas membentangRembulan tersenyum bersama gemintangHatiku merintih beranak bimbangKulangitkan doa di kala banyak mata terpejamNamun salahkah jika aku memaksa memintaPadamu tentang Lihatlah…Mereka yang memiliki harta sedikit, namun terus bangkitDengan segala kekurangan hidup, ia tak pernah merasa sakit Senyum indah sebuah kehidupanDi mana segala hal terasa sangat menyenangkanHidup tidak perihal menertawakan dalam kesusahanNamun saling…
-
Hujan
Hujan,Kembali mengajak bercerita pada kertas,Menggerakkan pena memuntahkan segala asa,Riak sajak demi sajak lepas berhamburan,Berbarengan dengan membenci sebuah rindu..Ahh hujan,Bisakah rintikmu saja itu yang jatuh, Menggenggam asaKeluh kesah tak akan adaMenatap keluarga tersenyum meronaMelahap hidangan seadanya
-
Santun Pagi
Detik sang waktu mulai menggenitMenyeka hening yg menguntitDan engkau masih menjerit Mengolah keluhMenurut yang tak tentuApa kau sadar akan itu?Tidak kah?Rautmu payah, Kau lemah Bangkitlah!
-
Sajak Gadis Kecil
Kala detik melenyapkan waktuBila jam melukis khayalanDrama baru pun melahirkan tragediSemoga tak beranak menjadi ironi. Darah Putih mengalir lembut di alirannyaCoba mencari tuan tuk berkisahNamun, tanah Awan hitam yg menyelimuti,Kini berubah menjadi Awan Biru Keindahandan menjadi Langit yg menakjubkan. Lukisan-Lukisan yg menghiasi Langit Pagi,menambah kedamaian hatidan membuat mata menjadi Kagum.
-
Kala cinta
Kata hati terperangkap jiwaKala jiwa merasa hibaJika hiba merasa dukaSaat duka menjadi lukaDalam luka menjadi cintaKarna cinta adalah penyembuh jiwa disaat luka maupun duka Jangan Kau Melihat Wajah Karena Bisa MenipuJangan Pula Kau Melihat Harta Karena Bisa HilangDatanglah Kepada Orang Yang BisaMembuatmu Tersenyum,Membuatmu Selalu Tertawa,Dan Membuatmu Merasa Dia akan selalu disampingmu,Melindungimu dan Menyayangimu Jangan Kau…
