Kategori: Tidak Dikategorikan
-
Dari Bentangan Langit
Dari bentangan langit yang semuIa, kemarau itu, datang kepadamuTumbuh perlahan, berhembus amat panjangMenyapu lautan, menyapu hutan Mengekal tanah berbongkahanDatang kepadamu, Ia, kemarau itu dari Tuhan,yang senantiasa diam dari tangan-Nya.Dari tangan yang dingin dan tak menyapayang senyap.Yang tak menoleh barang sekejap.
-
Rembulan dan Mentari
Waktu hari siangAku selalu ingat kepada mentariTetapi pada waktu malam datangAku selalu ingat pada kawannya, rembulan Di antara keduanya bekerja saling melengkapi dalam rentang dua waktu inimentari tak sedikit pun lelah menerangiIa selalu curahkan cahayanya waktu siang hariSementara si rembulan selalu menyinari malam panjangkuOh rembulanOh mentari
-
Pesisir Pantai
Ketika di pinggir pantaiAku mencoba pejamkan mataMelepaskan segala lelah dan beban yang adaBerbaring di bentangan butiran pasirdan dihias dengan cangkang-cangkang kerang yang cantik Sapuan ombak yang menghempas pasir amat indah dilihatNelayan tengah menjaring ikan, menambah bagus pemandanganpantai saat ini
-
Alamku Telah Rusak
Dulu jernih sungaikuKini kotor sudahDulu tinggi pohon-pohonankuKini habis sudahDulu cantik karangkuKini buruk sudah Kini sudah rusak alamkuKarena tangan manusiaKarena nafkah, lupa akan alamBagaimana dengan cucuku?Egous merenggut kita semua Maafkan kami, TuhanDamainya alam yang kau titipkanKini rusak
-
Lautan yang Indah dan Tenang
Lautan yang indah dan tenangTerlihat ikan yang sedang berhurau riangDi balik terumbu karang yang tampak kokohBersama tanaman laut yang bergerak indah Manusia yang melihat itu sangat terpesonaIkan ikan berenang dengan ceriaAir laut tampak tenang dan tidak bergelombangSuasana lautan sangat dan dan tenang
-
Desaku
Sawah mulai menguningMentari menyambut datangnya pagiAyam berkokok bersahutanPetani bersiap hendak ke sawah Padi yang hijauSiap untuk dipanenPetani bersuka riaBeramai-ramai memotong padi Gemericik air sungaiBegitu beningnyabagaikan zambrud khatulistiwaItulah alam desaku yang permai
-
Pegunungan Hijau
Menjulang tinggi, hijau dan kakuDan kabut selalu membungkusmuSerta awan selalu menyelimutimuItulah kamu, oh gunungku Tak ada satupun yang membatasimuTermasuk hijan yang tidak sekalipun menggerusmuTetap kokoh dan membisuItulah kamu, oh gunungku Kala burung bernyanyi menyambut pagiEmbun pagi berkilau tersirat sang mentariPohon-pohon bergoyang seakan menariMemberi harapan dan impian yang tinggi Ini adalah puisi gunungPuisi tentang pegununganPegunungan yang…
-
Menghijaulah Negeriku
Oh negerikuAku senantiasa menanti secercah harapanMelihat tanah air ini tumbuh hijauMeski ia semakin tua Oh negerikuAku melihatmu semakin usangYang tergerai dengan dentuman-dentuman industriEngkau pun terlihat semakin meredup Oh negerikuKapankah kau akan kembali menghijauDengan anginnya yang sepoi-sepoiAku ingin menghabiskan sisa-sisa umurkuTuk melihat kau tersenyum kembali
-
Indonesiaku
Betapa indahnya NgerikuLaut berombak-ombakAwan berarak-arakUdara segar betiup-tiup Aku berdiri di atas gunungBerdiri di bawah langitUntuk melihat keindahan Indonesiaku Aku mempertaruhkan nyawaBertahan diri di atas gunungDemi melihat keindahan alamKeindahan ciptaan Tuhan
-
Aku Bisa
Aku tak lelahAku hanya butuh doronganAku tak menyerahAku yakin Aku bisaIni bukan sebuah beban Tapi tantanganPengalaman membuatku beraniBerani hadapi tantanganTak boleh takut gagal Karena setelah kegagalan akan ada kesuksesanKegagalan adalah pembelajaran menuju suksesAku yakinAku pasti bisa
