Kategori: Tidak Dikategorikan
-
Kesunyian Ibu
Dahinya adalah jejak sujud yang panjangPerjalanan waktu membekas di pelupuk matanyaDerai air mata di pipinya telah mengeringTanpa sisa, tanpa ada yang menduga Ia memilih jalan sunyi untuk bertanyaHiruk pikuk untuk tersenyum di beranda deritaMenjerit saat lelap berkuasaBerdoa bukan untuk dirinya
-
Bidadari Surga
Adalah kamu bunyi bait-baitku,Kamulah warna syairku,Ruh semua puisiku,Piranti inspirasiku, Kaulah kesadaran limpahan karunia Allah padaku,Tiupan iman makin kencang menerpa kalbu,Hadirmu sulut tekad dunia akhiratku,Bidadari surgaku.
-
Jalan Tuhan
Ketika yang ku genggam pun akhirnya hilangSudah pasti Tuhan tak berkenanDan ketika yang ada kini datang lantas bertahanSudah pasti Tuhan menginginkan Tadinya terasa beratmenahan rasa dan keinginanDari hura-hura dan keangkuhanMelayang tanpa arah, bebasMembawa kepongahan dan sombongMenganggap dunia hanya milik kita
-
Bagaikan Sepasang Sandal Jepit
Mungkin kita selalu diinjak-injak,Atau bahkan kita selalu terlihat kotorBahkan kita tak pernah berada di atasTapi kita selalu berjalan bersama Tak ada aku, kau tak gunaTak ada kau, aku tak gunaInilah persahabatan kitaTak peduli dengan apa kata orang tentang kitaYang terpenting,Kita bermanfaat bagi mereka
-
Ungkapanku Padamu
Engkau sejati yang abadiSelalu membawa rinduSahabat selalu ada cinta,Tapi cinta terkadang tak bersahabat Tanpa engkau, pelangi akan pudarTanpa pelangi, engkau bisa menggantikanAku hargai kebersamaan kitaTerjalin selamanya
-
Di Koridor Sekolah
Apa kabar Kau yang di sana?Tahukah kamu,Aku selalu tak percaya dengan semua iniSetiap pulang sekolah aku selalu di siniKarena di tempat ini, Di koridor sekolah kita selalu bersama,Bermain, dan tertawaMeskipun ragamu entah ke manaDan jiwamu telah melayangTapi di pikiran dan hatiku masih ada kau, teman
-
Tak Kan Terlupa
Aku ingat tawa lepas kitaAku pun masih ingat amarah kita,yang saling mengadu dan memberontakKita pernah bertegang rasa Kita juga pernah beraduBahkan sempat tak mengenal satu sama lainTapi kenapa,Aku selalu memikirkanmuDan kau pun juga mengatakan itu
-
Selamat Jalan
Hai, kini aku berada di depanmuKau yang berbaring santai di dalam tanah,Mungkin saat ini roh mu sedang tersenyum puasKarena aku selalu ingat kata-katamu, “Aku ingin membuat semua orang di sekelilingku bahagia,Setelah mereka bahagia,Maka saatnya aku pergi.Itulah kesepakatanku dengan Tuhan.”
-
Sahabat di Kala Hujan
Terimakasih teman,Di tengah orang-orang yang berseragam,Di tengah awan yang mulai gelapDan hujan memenuhi suara yang masuk ke telingakuKetakutanku mulai memuncakNuraniku menggigilTapi kau membawakanku sebuah handukKau adalah pelangiWalaupun kau datang terlalu awal
-
Teman Perjuangan
Ayo kawan, apa kau lupa?Kau pernah berkata padakuCerita bukan soal hasil dan tujuan,Tapi tentang proses dari perjalananDan kau juga berkata,Perjuangan itu tak ada yang sia-sia,Dan perjuangan itu tak kan ada habisnyaJadi, kenapa kau malah tidur di tengah keramaian zaman?
