Kategori: Tidak Dikategorikan
-
Maaf, Aku Lupa
Maaf teman,Kau memang bukan penyimak ceritaKau juga bukan penanggap yang baikTapi setidaknya, kau penutup cerita semua ini Seringkali kau menjadi pusat perhatian di akhir ceritaDan kau bergunaTak masalah bukan?Ternyata kau adalah sahabatkuAku masih menganggapmu
-
Sawah
Sawah di bawah emas paduPadi melambai,melalai terlukaiNaik suara salung serunaiSejuk di dengar,mendamaikan kalbu Sungai bersinar,menyilaukan mataMenyamburkan buih warna pelangiAnak mandi bersuka hatiBerkejar-kejaran berseru gempita Langit lazuardi bersih sungguhBurung elang melayang-layangSebatang kara dalam udara Desik berdesik daun buluhDi buai angin,dengan sayangAyam berkokok sayup udara
-
Awan
Bertebaran di angkasaPutih, kelabu, dan hitamWarna – warna menawan Bergelombang mengombak-ombakTebal dan sangat indahBahkan sang bagaskara tak terlihat Pelangi terlihat tak penuhKarna sang selimut menutupinya Jauh disanaMenyelimuti jagat raya Tebal tipisBeredar dimana-mana Indah bukan buatanIngin rasanya memeluknya Lembut dan menawanIndah tak terperikan
-
Batu Kelapa
Dua muda bercermin cahaya,sesaat terik melepas biasnya di perigiharap. Jengkal waktu merayap malas, bertalidua perempuan paruh nafas luruh di tepi daun kacamerayu sepasang batu kelapa, terpukul nyata Keajaiban bagai memikat beliungrasa dua muda itu, dan gegas melambungparuh demi sepasang batu kelapamemundak gersang terka Tak lama batu kelapa menanakSantannya di tempurung berekor buluMengasah dua muda untuk…
-
Senja Yang Indah
Keemasan cahaya di cakrawalaDi ufuk barat saat hari mulai senjaTerbelalak mata saat memandangnyaKeindahan dari sang maha pencipta Sang surya bersiap untuk tenggelamMenjemput mesra ketenangan malamMeneguk cahaya dalam-dalamMenyempurnakan keindahan malam Lembayung indah tampak kekuninganGradasi warna bagaikan lukisanDi sudut langit yang tipis berawanHiasan terbesar sepanjang zaman
-
Tanah Airku
Angin berdeir di pantaiBurung berkicau dengan merduEmbun pagi membasahi Rumput-rumputItulah tanah airkuSawah yang menghijauGunungnya tinggi menjulangRakyat aman dan makmur IndonesiakuTanah tumpah darahkuJaga dan rawatlah selaluDi sanalah aku di lahirkan dan di besarkanDi sanlah aku menutup mataOoooh… Tanah airku tercintaIndonesia jaya.
-
Permainya Desaku
Padi mulai menguningMentari menyambut datangya pagiAyam berkokok bersahutanPetani bersiap hendak kesawah Padi yang hijauSiap untuk di panenPetani bersukariaBeramai-ramai memotong padi Gemercik air sungaiBegitu beningnyaBagaikan zamrud KhatulistiwaItulah alam desaku yang permai.
-
Sabda Bumi
Belum tampak mendung merenung bumiSeberkas haru larut terbalut kalut dan takutTerpaku ratap menatap Jiwa-jiwa penuh rinduHangatkan dahaga raga yang sendu merayu Bulan tak ingin membawa tertawa manjaKala waktu enggan berkawan pada hariSaat bintang bersembunyi sunyi sendiriTerhapus awan gelap melahap habis langit Bulan memudar cantik menarik pada jiwa iniHitam memang menang menyerang terangTetapi mekar fajar bersama…
-
Taman
Taman punya kita berduatak lebar luas, kecil sajasatu tak kehilangan lain dalamnyaBagi kau dan aku cukuplah Taman kembangnya tak berpuluh warnaPadang rumputnya tak berbanding permadanihalus lembut dipijak kakiBagi kita bukan halanganKarena dalam taman punya berduakau kembang, aku kumbangaku kumbang, kau kembangkecil, penuh surya taman kitatempat merenggut dari dunia dan ‘nusia
-
Jagalah diriku
Ku berjalan tanpa hentiMenelusuri jejak langkah bumi pertiwiTak kenal putus asa, dan rasa nyeriDalam penderitaanku slama ini Subur akan tanah dan kekayaannyaAir yang selalu mengalir disetiap waktu dan detiknyaCintai lingkunganku dan cintai seluruh kekayaanku WAHAI ANAK BANGSAKU
