Kategori: Tidak Dikategorikan
-
Drakula dan Kelelawar Berdasi
Kalau saja Bram Stoker orang Indonesia di jaman kiniInspirasi drakula adalah mereka para kelelawar berdasiMenghisap darah sesamaMenyedot kering harga diri keluarga Bagaimanapun juga mereka makhluk nokturnal bertopeng sahajaPenjara tak membuat mereka jera atau menyerahKelelawar berdasi bukan manusia yang makan nasiMereka hanya butuh kursi untuk beraksi
-
Kekeringan
Kau sendiri yang merusak tanah surgamuJangan heran jika tanahmu tak lagi suburJangan heran jika lautmu tak lagi indahJangan heran jika musim pun tak tentu arah Kaulah yang merusaknyaDengan tangan keserakahanmuTelah kau jadikan alam sebagai pemuas nafsuDan kau lupakan anak cucumuMereka, keturunan kitaPun berhak mendapatkan alamnyaSeperti kita mendapatkan alam kita
-
Tak Puas
Tak Puas…Hutan sudah mulai menguningSungai sudah teracun limbahIkan-ikan mati tak bersisaMakhluk binasa tiada pangan Uang sudah melimpahTak terhitung berapa jumlahnya Mataku silau melihat hartaNamun tak tahu apa bunganya
-
Koran Peradaban
Angin menghela nafasnyaSeolah beban membawa cuacaPucuk pepohonan menari tarian gila Mabuk oleh air haram manusiaBumi malas menjaga anak-anakLempeng-lempeng kerak yang selalu berjingkrak Manusia kian lihai berdustaLengkap dengan topeng-topeng bajaHati bersembunyi entah dimanaHaha… mungkin takut pada tuannya Tiada arah jalan untuk perbaikanSegalanya berubah liar dan berantakan Apa ini hanya tajuk laris Koran-koran ?,Ataukah memang ujung dari…
-
Kisah Perjuanganku
Sejak awal kumemulai mengenal duniaSejak itu juga kumemulai memahami arti hidupBanyak kisah yang telah aku lewatiDemi mengejar impian Semua kisah itu tak dapat ku lupakan dari memorykuTentang perjuangan kehidupanku untuk meraih impiankuWalau bayak rintangan yang harus di hadapiNamun bukan itu yang membuatku harus menyerah Karna kehidupan ini butuh kerja keras dan pengorbanan yang luar biasaMaka…
-
Judulku
Hingga sore ini aku tak tahu judulnyaJudul dalam hidup iniApakah aku seorang yang hebatAtaukah seorang yang biasa sajaAtau bahkan seorang pecundangSungguh membuatku khawatirLalu bagaimanaApa aku harus merantauTapi demi apa? Semoga aku segera menemukan jati diriku Amin
-
Dunia Kini
Minggu pagi pun merebakBagai daun kering berguguranTak henti-henti berguguranSaat semuanya terlena Semuanya berubahSekelompok manusia berencana yang merubahYang salah jadi seperti biasaYang aneh jadi seperti wajarHati-hatilah sayangItulah dunia kini
-
Dalam Bis
langit di kaca jendelabergoyang terarahke mana wajah di kaca jendelayang dahulu jugamengecil dalam pesona sebermula adalah katabaru perjalanan dari kota ke kotademikian cepatkita pun terperanjatwaktu henti ia tiada
-
Kesabaran
Gubung bambu istana baginyaPerut yang selalu bernyanyi dalam hidupnyaWalau pahit telan untuk manisBersyukur kunci agar tak menangis Melangkah kaki ini hingga membentuk garis pecahanDuri-duri selalu menghadang ragaWajah menahan kesakitanMenyebut namaNya dalam jiwa
-
Sebutir Debu
Aku hanya sebutir debuYang memburamkan kilauTak pantas berada diatas suci Tak bisa menghindarSaat angin hembuskan aku untukmu,Lalu terbang Aku hanya kecewa bagai hampa mengharap udara,Atau debu ditengah gersang mengharap hujanHentikan angin membawaku terbang
