Kategori: Tidak Dikategorikan
-
Tentang Matahari
Matahari yang ada di atas kepalamu ituAdalah balon gas yang terlepas dari tanganmuWaktu kau kecil, adalah bola lampuYang ada di atas meja ketika kau menjawab surat-surat Yang teratur kauterima dari sebuah Alamat,Adalah jam weker yang berderingSaat kau bersetubuh, adalah gambar bulanYang dituding anak kecil itu sambil berkata: “Ini matahari! Ini matahari!” Matahari itu? Ia memang…
-
Sementara Kita Saling Berbisik
Sementara kita saling berbisikUntuk lebih lama tinggalPada debu, cinta yang tinggal berupaBunga kertas dan lintasan angka-angka Ketika kita saling berbisikDi luar semakin sengit malam hariMemadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa Unggun api Sebelum fajar. Ada yang masih bersikeras abadi.
-
Ruang Tunggu
Ada yang terasa sakitDi pusat perutnyaIa pun pergi ke dokterBelum ada seorang pun di ruang tunggu Beberapa bangku panjang yang kosongTak juga mengundangnya dudukIa pun mondar-mandir sajaMenunggu dokter memanggilnya Namun mendadak seperti didengarnyaSuara yang sangat lirihDari kamar periksaAda yang sedang menyanyikan Beberapa ayat kitab suciYang sudah sangat dikenalnyaTapi ia seperti takut mengikutinyaSeperti sudah lupa yang…
-
Kenangan
Ia meletakkan kenangannyadengan sangat hati-hatidi laci meja dan menguncinyamemasukkan anak kunci ke saku celanasebelum berangkat ke sebuah kotayang sudah sangat lama hapusdari peta yang pernah digambarnyapada suatu musim layang-layang Tak didengarnya lagisuara air mulai mendidihdi laci yang rapat terkunci. Ia telah meletakkan hidupnyadi antara tanda petik
-
Ayat-Ayat Tokyo
angin memahatkan tiga panah katadi kelopak sakuraada yang diam-diam membacanya ada kuntum melayang jatuhair tergelincir dari payung itu;“kita bergegas,” katanya kita pandang daun bermunculankita pandang bunga bergugurankita diam: berpandangan kemarin tak berpangkal, besok tak berujungtak tahu mesti ke manaangin menyambut bunga gugur itu lengking sakuratapi angin tulidan langit buta menjelma burung gerejamenghirup langit dalam-dalamangin musim…
-
Dalam Diriku
Dalam diriku mengalir sungai panjangDarah namanyaDalam diriku menggenang telaga darahSukma namanya;Dalam diriku meriak gelombang sukmaHidup namanya!Dan karena hidup itu indahAku menangis sepuas-puasnya
-
Sajak Putih
Beribu saat dalam kenanganSurut perlahanKita dengarkan bumi menerima tanpa mengaduhSewaktu detik pun jatuh Kita dengar bumi yang tua dalam setiaKasih tanpa suaraSewaktu bayang-bayang kita memanjangMengabur batas ruang Kita pun bisu tersekat dalam pesonaSewaktu ia pun memanggil-manggilSewaktu Kata membuat kita begitu terpencilDi luar cuaca
-
Metamorfosis
Ada yang sedang menanggalkankata-kata yang satu demi satumendudukkanmu di depan cermindan membuatmu bertanya tubuh siapakah geranganyang kukenakan iniada yang sedang diam-diammenulis riwayat hidupmumenimbang-nimbang hari lahirmumereka-reka sebab-sebab kematianmu ada yang sedang diam-diamberubah menjadi dirimu.
-
Hujan Dalam Komposisi
Campur aduk, buruk baikAda kebanggaan ada sesalHati terus berkata-kataKenapa begini, begitu Kenapa tidak selalu putihKenapa harus terjadiTikungan, jalan lurus dilaluiJalan berlobang menghadang Jalan bergelombang dilindasTubuh terguncang, turun naikKadang terhempas, terhenyakSesal juga sering mencuat Kenapa saya harus di sanaKenapa saya tak menghindarKenapa saya terbawaKenapa saya tak berpikir matangKenapa dan kenapa
-
Hujan
Apakah yang kita harapkan dari hujan? Mula-mula ia diUdara tinggi, ringan dan bebas; lalu mengkristal dalamDingin; kemudian melayang jatuh ketika tercium bauBumi; dan menimpa pohon jambu itu, tergelincir dari Daun-daun, melenting di atas genting, tumpah diPekarangan rumah, dan kembali ke bumiApa yang kita harapkan? Hujan juga terjatuh di jalan yangPanjang, menusurnya, dan tergelincir masuk selokan…
