-
Mengenggam Asa
Tak kunjung usaiBerkelana setiap hariLara, acap menderita hatiMenembus puncakDengan pilihan jalan mengacak Menggenggam asaKeluh, kesah tak akan adaMenatap keluarga tersenyum meronaMelahap hidangan seadanya
-
Untuk Kebahagiaan Ibuku Tersayang
Ibu..Kau adalah segalanya bagi kuKau bagaikan pelita hati kuKau juga bagaikan sinar mentari dalam hidup kuHari-hari kuSelalu penuh dengan warna-warni senyuman mu Ibuu…Sejak kecilDari aku masih bayiHingga dewasa sampai saat iniBanyak pelajaran yang bermakna dalam hidupkuYang engkau berikan untuk kesempurnaan ku Ibuuu….Engkau adalah seorang pejuang yang kuatYang tak pernah kenal lelahYang tak pernah kenal waktuDemi…
-
Tikus
Mentari ditengah badaiMembuat jiwa damaiBerharap padi semai Para tikus berbondong pergiMenghampiri sang mentariDengan cepat mentari pergiBagai tikus terperangkapMereka termakan oleh asapAsap penipu, tikus berharap Mentari sang penipuAgar tikus bisa diburuDibunuh dengan deru lapar yang menggebu
-
Angin Gelisah
Angan berbalut asaTangan dewa masih belum terasaMengadu pada jalan penuh massa Hiruk pikuk jalan kotaHanya pecahan yang diterimaTanpa mereka membuka mata Bisakah kau merasakanTangis perut tak tertahanBagai ombak dilautan Ya, mereka hanya pasrahMennunggu penuh gelisahBerharap tangan dewa penuh berkah
-
Hidup Kini
Hidup ini …..Memang tak selalu berjalan seperti yang ku mauHidup ini …..Kadang membawa cita-cita ku pergi menjauh Hanya satu yang tersiratSatu kata yang mengundang beribu jawabMengapa?Mengapa semua ini terjadi? Kini hanya kiniSulitnya hidup hanya pada masa kiniKadang sulit melupakan masa lalu,Berkawan dengan masa lalu,Dan menerima masa laluKadang pun sulit untuk berani menatap masa depan,Bersahabat dengan…
-
Rapuh
Rapuh..Kami memang rapuh..Kami memang kaum yang lemahKaum yang tak dapat berbuat apa-apa selain minta perlindungan Hanya tumpukan kardus dan papanHanya itu yang menjadi hunian kami dan tempat berlindung kamiDisaat orang kaya berada dirumah mewahKami hanya ada didalam gubuk kumuh yang tak ternilai Kami bagai sampah yang tak pernah dianggapKami hanya rakyat kecilYang menumpang hidup di…
-
Kehidupan Pagi
Angin pagi berhembus kearah sang PenghidupanMenikmati udara dipagi hariMerasakan betapa sejuknya alam yang indah ini Para binatang keluar dari sarangnyaBerpencar mencari apa yang mereka harus cariLangit malam telah bergantiAwan biru telah menghiasi langit Awan biru yang menjadi penghias langitMenjadi lukisan langit yang sangat cantikYa itulah karya Sang PenciptaSungguh Betapa indahnya semua ciptaan-Mu Tuhan…
-
Setetes Air dan Sebutir Nasi
Harus kepada siapa lagi aku memintaHarus kemana lagi aku mencariBanyak upaya sudah aku lakukanTernyata semua itu hanya sia-sia ! Sudah kucoba untuk menahan rasa lapar iniMenahan haus yang mengeringkan tenggorokanMenahan badan yang hampir tumbangMenahan kaki yang teramat lelah iniAku tidak tahu sampai kapan ..Perut ini bisa bertahanTerus kucoba untuk melangkahMenyusuri jalan yang penuh dengan orang…
-
Pesan Untuk Pemimpin Jakarta
Wahai bapak pimpinan Ibu KotaSeorang pemimpin yang dipilih rakyatDengarlah rangkaian isyarat hatiDari kami yang memilihmu duduk disini Menatap dari jauh dari kota kecil iniDiluar rayu para penghisap debuDibalik terangnya langitMasih banyak rakyat-rakyatmu yang menjerit Rintihan para tunas bangsaYang hidup mencari makan di jalananAtau keadaan transportasiYang semakin hari tidak terkendali Rintihan para penduduk disanaTiada ada lagi…
-
Tak Seperti yang Aku Pikirkan
Teriknya mentari menyentuh kalbuTak terasa angin memberi ku rasaHanya terasa lelah di dalam jiwa Ku coba melangkah kesanaTak juga ku temukan suatu halKu langkahkan kembali kaki kuTapi ku masih tak memukan sesuatu itu Saat aku berhenti untuk bersandarKu memohon dan berserahAgar aku diberi sebuah peluangUntuk bisa hidup nyaman Oh Tuhan…Perjuangan ini sungguh melelahkanPerjuangan ini sungguh…
