-
Kehidupan Sastra
Pohon ini berembunKadang hijau kering daun berayunTak lelah kian menyusunInilah potret yang kian sayuhIndahmu berbasis dunia Duniamu menjelajah semua mataMata itu berayun makin berkembangBerkelana dalam mimpi belalangSusunan gugus menyebar nan bintangMembentuk cinta penebar kedamaian Inikah kau pendamba kritikInikah kau wahai dunia surgawiMelihat dan mendengar adalah cara kamiBermimpi adalah inspirasi kamiBermelodi dengan angan dan anginMelambai kata…
-
Menunggu Keajaiban
Mentari sudah hilangGelap sudah menjelangAkankah keajaiban itu datangAtaukah hanya khayalan yang terbuang Sayap malam menutup perlahanPanas siang sudah terlupakanPercikan air adalah terpaanLangkah kaki ini adalah harapan Kini ku sudah lelah berjalanBerjalan menelusuri liku-liku kehidupanApakah ku masih bisa bertahanAku hanya bisa terbujur dinegeri khayalanBerharap akan datangnya keajaiban
-
Tersenyumlah
Hidup ini susahSetiap ku merenungi banyak cobaan yang aku hadapi Sunggu. . .Sampai kapan aku harus beginiMengubah nasib itu gampang kata orang Tapi. . .Bagiku sangatlah,tidak mungkinKesusahan ku berawal dari merekaDan ku percaya,Tuhan pastiMengubahnya,suatu saat nanti Berterimah kasih,t’lah apa yang kita sudah milikiWalaupun susah,Tetapi tetaplah,tersenyumTersenyumlah menghadapi dunia ini
-
Perjalanan Hidup
Hati selalu gelisahKetika mengingat perjalanan hidup iniSangatlah, banyak bebanMasa berganti masaHidupku masih seperti yang dulu-dulu Sulit . . .Sangatlah sulitMenggapai mimpipun tidaklah mudah,kalau bukan dengan prosesNamun aku tetap bertahanMenghadapi sulitnya hidup ini Dijaman sekarangSudah banyak teman-teman sebayakuTapi aku masih saja yang duluAku tetap kuat dan tegar mengahadapinyaSampai mengahasilkan atau menggapai mimpi..
-
Sayap Tak Kembang
Maafkan aku harapanKu kubur kau dalam ketidakberdayaanBukan ku pengecutBukan pula ku takutMaafkan aku cita – citaKu hanyutkan kau pada arus senja Bukan ku menyerahBukan pula ku pasrahAku tak kuasa, bukan tak bisaKu tak mampu, bukan tak mauMaafkan ku angan – anganMimpi panjangmu ku bangunkan Bukan ku patah arangBukan pula ku tak sayangAku goyahBerusaha tak lengahKu…
-
Di Ambang
DindingTebingHanya jurang di sekeliling Kaki patahLangkah terengah – engahGoyah MerangkakMengerakMangkrak Duhai Pencipta AlamPasrahku Kau genggamBiar Rapuh asal tak kelamBiar lusuh asal tak suram
-
Jeritan
Dingin membelai tubuh iniLangkah sebutir nasi semakin jauhGemetar tangan dan kaki gemetarPerih aku menahan laparDisini ada jiwa yang merintihDisini ada air mata yang mengalirBerjalan tetatih, memandang jauh kedepanBerharap masih adakah kehidupanKau melihat seakan tak peduliMata terbuka namun butaMendengar telinga dipasung tuliSombong beradu dalam uang yang kau curiTidakkah kau malu hai para penguasaMenjual nama kami demi…
-
Lentera Cinta
Sepi hariku..Jauh, Jauh..terlalu jauh ku melangkahtak tentu arah..jenuh tak tertahan Tak dapat ku lalui jalan iniGelap… dimana gerangan Pelita? Bukan.. Ah bukan..Bukan Jalan tanpa lenteratapi mata berdustaKu terpesona,terpedaya indahnya dunia ..Lentera-ku terasingkan.. aku.. aku tak bergeming.kala serpihan debu menghiasinya..Bukan hati yang butatapi mata khianat..Uforia membabi buta.Harta tahta buat ku terlupa..Alpa akan kehadiran- Nya. Sungguh.. merugilah…
-
Dunia
Kau begitu menggodaKau menyuguhkan dosa berbungkus mutiaraKau mengumbar kemaksiatan berbalut cintaKau membuat banyak insan lupaLupa akan tujuannya, Lupa akan Pemilik SemestaLupa akan hari yang pasti kan tibaHari dimana tiada yg bisa kubawa darimuHari dimana tiada yg bisa menyelamatkanku selain amalkuHari dimana cinta padamu malah menyiksaku Merugilah.. merugilah..Merugilah para budak dunia.. Beruntunglah.. beruntunglah..Beruntunglan para penggengam dunia..Meletakkan…
-
Kertas Putih
Hadirmu.. bagai kertas putih tanpa tintaHadirmu.. membawa senyum makna bahagiaEngkau datang dengan jeritan IbumuDan kau datang dengan awal tangismu.. Namun..Waktu tak berpihak padamu..Jerit ibumu menjadi dukaTangismu telah tiadaEngkau pun pergi begitu saja Kini..Bahagia telah menjadi dukaSenyum merah muda telah tiadaHadirmu hanya sementaraEngkau sosok kertas putih tanpa tinta
