-
Derita Alam
Peradaban kian tak terkendaliLedakan populasi sudah terjadiPolusi kian bertambah tanpa hentiPenyakit baru datang tak terobati Gunung-gunung berubah menjadi tempat sampahKemacetan hiasi hidup tanpa penuh berkahAlam benar-benar menderitaKarena ulah manusia tak tahu diri Pabrik-pabrik dibangun untuk meracuni alamKepulan asap membumbung tinggiPutihnya awan berubah menjadi hitam pekatBerkah alam mulai sirna, kiamat sudah semakin dekat
-
Lukisan Membiru
Terpaan angin yang berhembusHampran pasir yang selalu dikunjungi deburan ombakKilatan cahaya ikut serta di sanaAlami yang penuh imaji dan siratan keindahan semesta Kemegahan karang yang berdiri kokohKeluasan langit yang membiruWarna yang berpendar oleh anginLukisan biru telah tercipta Pesona pantaiKeabadian karya Sang EsaManusia bringas mulai berikut camputLukiran itu terobek
-
Laut yang Kaya
Karang ditampar ombakGelombang terbentuk oleh hembusan anginDi tepi pantai angin bergemuruhSedih pun sirna menjadi senang Lautku begitu indahLuas dan biru terbentang di sanaMahkluk hidup menjadikan habitatnyaDi balik terumbu mereka bersemayam Kekayaan lautkuLimpahannya menjadi sumber hidupMacam-maca kehidupanSumber daya alam pun menjadi Indah dan kayalah lautkuBermanfaat bagi insanIndonesia memiliki anugerahDari Sang Khalik
-
Lautan yang Indah dan Tenang
Lautan yang indah dan tenangTerlihat ikan yang sedang berhurau riangDi balik terumbu karang yang tampak kokohBersama tanaman laut yang bergerak indah Manusia yang melihat itu sangat terpesonaIkan ikan berenang dengan ceriaAir laut tampak tenang dan tidak bergelombangSuasana lautan sangat dan dan tenang
-
Pantai
Saat di tepi pantaiKucoba memejamkan mataMelepas semua lelah dan beban yang kurasa Tergeletak di hampran luasnya pasirSerta dihiadi dengan cangkang-cangkang karang yang indahGulungan ombak yang menerjang pasir sangat elok dilihatNeyalan yang menjala ikan, menambah indah pemandangan pantai kala itu
-
Alam Pedesaan
Sungai-sungai berdawaiMenuang kemercik jernihJauh dari debu perkotaanBocah bebas terjemahkan alamMenyapa tanpa gemerlap maya Merekalah pelukis dunia dengan tanganBerdamai dengan biru langitMenyatu dengan hijaunya padiDan keluguan menukil indahBerpandu pada kata saling Adalah masa kecil yang sering terinduDalam pedesaan aku ditemuiSederhana yang mewahTanpa kemahalan ramah tamah
-
Hamparan Hijau Sawahku
Pagi ini, matahari belum menampakkan sinarnyaMunkin karena ini masih terlalu pagiTapi, hamparan hijau sawahkuTelah membuat mata ini menikmatinya Betapa indahnya karunia Sang PenciptaBegitu besar dan tak terhinggaHamparan hijau sawahkuAdalah bukti indah karunia-Mu Kini, matahari mulai menampakkan wajahnyaSinarnya menyeruak disela-sela daunMenambah cerahnya suasana alam desakuHamparan hijau sawahku adalah anugerah-Mu
-
Permainya Desaku
Sawah mulai menguningMentari menyambut datangnya pagiAyam berkokok bersahutanPetani bersiap hendak ke sawah Padi yang hijauSiap untuk dipanenPetani bersuka riaBeramai-ramai memotong padi Gemericik air sungaiBegitu beningnyaBagaikan zambrud khatulistiwaItulah alam desaku yang permai
-
Puisi Panorama
Pemandangan yang indah suasana disebuah desaMengugah tatapan mata yang memandangiTerpana akan pesona alam yang memukau Hadirmu membuat semua berartiSebagai bukti anugerah sang penciptaAlam semesta, bawalah bait rinduDiperaduan malamku, ingin ku tatapimu Dikalau terjadi membuka jendeladan menatap sang surya
-
Inilah Desaku
Beradu pada kisah perkotaanNuansa biru menjadi dominasi penduduk yang damaiHijaunya pepohonan mengalirkan rasa sejuk di setiap tetes keringat yang mengucur deras Inilah aku…Sebuah tempat kecil yang dihuni oleh sebagian kaum bawahNamun, aku tak menangisBahwa aku mampu membawa mereka pada alamku Alam desa yang hadir untuk perdamaianDesa yang memberikan kekuatan pada bumi pertiwiAirku selalu terasa segarTak…
