-
Semua Tentangmu
Di ujung lembayun senjaLamunan berhenti di bayangmuBayang yang selalu menjadi mimpiPada hati yang menungguDi gelapnya temaram bulanKhayalanku jatuh di dirimuSosok yang terus melekat dalam jiwaBersama rindu yang menderaDi terbitnya sang fajarPikiranku masih tentangmuPada diri yang tertanam di relungYang menjadi paruhan hidup.
-
Kamus Tawa
Tawa adalah kudaYang menarik kereta duka laraPergi untuk sementara Tawa adalah doa tak sengajaIa mengundang rasa syukur,Prasangka baik, sertaSedikit air mata
-
Ombak
Tidak apa-apa selama ia bergulungdi kejauhan di tengah laut yang luasPerahu-perahu kecil terapung-apungDi atasnyaBergerak perlahan ke tepianBerkah menyertainya Tidak, tidak masalahSelama ia mengombak di kejauhanBurung-burung bermain di atasnyaIkan-ikan berenang bebasDi bawah dan di dalam dulinyaSebuah lanskap yang menggodaDan juru foto menangkapnya Tidak, tidak masalah selama iaBelum tibaMencium benteng terluarSebuah menara pengintai yang menjulangMerayapi dinding-dinding yang…
-
Titik
Di balik tubuhnya kita tidak melihatKuda perangnyaGajahnya yang berjalan serongDan merobek pertahanan lawanDan si menteri yang piawai memainkanSegala jenis pedang Di balik tubuhnya kita tidak melihatLagi undak-undakanAtau orang-orang yang melanturSuara tawa dan tangis buatanDalam jagat buatannya sendiriJagat yang menurut pengakuannyaSendiri hanya terdiri dariAir, air, dan air Di balik tubuhnya kita tidak melihatGaya lenggok sang pangeranDan…
-
Dermaga Masih Sunyi
Setelah bahtera merapat, kabut memagut dari sisa gulitaSerupa pencuri cekatan yang merampas setiap kesempatanOmbak reda bersama rasa waswas yang tersekaSebab hendak berjumpa pipi ranum kekasih pujaan Inilah tanah impian setelah almanak kembali diciptakanLangit tercuci dari dosa purba. Camar mencoba kekuatansayapnya. Cakrawala mulai digaris dengan pena harapanAngin memperkenalkan diri lewat hangat kecupan Dermaga masih sunyi menunggu…
-
Kubaca Peta
Demikianlah, aku telah berjalan seratus tahunMataku buta oleh air mata yang setiap tetesnya menjadililin. Tidak kujumpa harum tubuhmu di gelap rimbaAnyaman batang pohon menutupi jejakmu. Kabutmenyempurnakan sesatku: tempat semua panggilantidak mendapatkan jawaban Perjalanan kita menjadi pelepah panjang silsilahTercurah darah melukis peta penuh nama-namaSampai suatu hari kukenali hela napasmu, sepertiengkau mengenali kasar kulit tanganku “Mengapa kita…
-
Suluk Sungai
Selalu tak ada cara mengingatmu, sebagaimanaselalu tak ada cara membunuh amarahku – Sungai sedang membelah sunyi nyanyianku Mendengar detas seribu gelagah pecah dalam udara bisuNyeri itu menetap di ceruk hati. Membuat sarangdendam yang tak sepenuhnya kumengerti Angin membuyarkan bunyi lonceng sepanjangmusim. Arus waktu mengirimku ke masa lalubagai gerobak yang didorong mundur padajalan menurun – Sungai…
-
Seorang Tamu
Kuintai kendaraannya: seekor bintang. Masihberjejak garis cahaya memanjang ke awal kelamSisa gemuruh memasuki celah pintu – memercik latu Tak sabar kucari tanda itu:Sepasang mata yang lama tak tidurkarena cinta membuat sibuk lubuk hatinya Aku tahu, fajar belum sepenuhnya bangkitJubahnya masih melindungi bumi yang sakitTapi laung iqamat tak mungkin terlambatmeski dibebani kesumat Seperti sedang memandang sang…
-
Mantra Dapur Ibu
peri bumbu bermata seribu, oi keluar!demi sengat lada dan aroma ketumbar kau jeranglah waktu sampai bekuaku mengaduk serbuk harum ruku-ruku sejumput pala dan cengkih dari perjalananmuselembar kayumanis kubenamkan dalam rindukita masak ikan garing asam pedasbiar menanak segala yang bergegas kuah santan oi menggelegaklidah kanak-kanakku sudah bengkak!
-
Andaikan Kita Tersesat di Perut Hutan
kita membelah sebatang pohon damarbukan untuk meniru Nuh yang akan mengarungi lautankita ayunkan kapak paling besar hingga pengar“inilah pintu ke dalam perut hutan!” kita masuk ke sana. berdua sajakudengar kau membaca doa-doa entah berapa pohon lagi di depan kitatandan-tandan buah merah darah di dalam perut hutan beroma malamkita berharap untuk kembali saja ke tubir mimpi…
