-
Jantung Bayang
Aku si jantung bayang Makhluk halus penunggu menara purbaBerdegup di tengah jemaat dan nestapaMenghembus dari pintu angin;penunjuk jalan keselamatan Biar kuasa langit kembali pada terang Orang kalah!Dari sekalian nestapakupanggul imanmu. Menjauhiorang kafir dan segalamuslihat mereka Tenun jubahmu bersulam benang keramatNaik ke jenjang menara purbaAsah pisau biar iman berkilatBerjagalah di gerbang hukum lama Biar kuasa langit…
-
Sahur
Bangun dari tidurMelepas kantuk ke dapurTarhim dan tanda waktuMenyerap di atas meja sajian Makanlah, bekal harimuMenahan bimbang dan laparSebab lantun perut kerap menggoda sabar Sampai subuh kembaliMembuka terangKita pun mulai tualangDengan kenyang terpahamkan
-
Hanyalah matiku
Di pucuk hening kumbang butaMenari dalam cinta Tiada aku selain KauMenyatu dalam kalbu sunyi Tiada desir selain rindu KauAngin berhenti di kening batu Aku hangat dalam KauSeisi langit dan bumi menyala bertasbih Di pusar sesal akulah tangisSelendang yang jatuh terbentang Dalam pangkuanMuHanyalah matiku
-
Kembang Dingin
Kembang dingin di lantai heningLangit malam merendahKe makam-makam Udara berembunMelepas biji-biji rinduDi atas batu Kepada ingatan yang dibaringkanMiring bersidekap mencium tanahDalam pasrah kegelapan Adakah yang jatuh memekar putihmuPutih sepi dari doaku di atas nisanMemelukmu dalam ketiadaan
-
Tungku Hutan
Lubang api lubang sepiApi menjilat yang tinggiSepi mengusap yang sirna kembali Bara menyala batin kembaraSila dan tapa duduk meliukMemandang ke dalamMelihat yang luruh debu berguguran Dari pohon sunyiDada burung tersesatMencari tenang sedang ranting danDaun hijau mulai mengasap
-
Pada Kanvas Putih Ini
Pada kanvas putih iniSeakan kutemukan kembaliHamparan sunyi. Hening subuhKetika terdengar keloneng becakDari tahun-tahunku yang jauh Pada warna yang menumpuk iniPada tekstur yang memadatSebidang kanvas menjelma ruangTempatku pulang. Sunyi berdentangKetika tiang listrik dipukul orang
-
Miramare
Cahaya bintang bertetesan menerangi setiap langkahkuDari pantai aku berjalan menapaki lahan-lahan perkebunanMasih terdengar ombak yang menghempas dinding padasDan selawat terus kugumamkan hingga sepertiga malam Penempuhan adalah meleburnya setiap gerak dengan diamKebisingan dengan keheningan. Dari ujung selatan ke utaraSekian makam kudatangi sepanjang ziarahku ke dalam diriDari timur ke ujung barat sekian petilasan kutaburi bunga Aku membaca…
-
Cipatujah
Aku mengumpulkan lembar demi lembar daun angsanaSepanjang lengkung pantai. Di antara gerumbul ilalangPerjalanan tanpa ujung kuendapkan pada sebuah kidungIrama terbentuk dari pertautan ombak dengan batu karang Aku menyenandungkan tembang demi tembang kerinduanSeperti merapal senarai alamat. Sepanjang maskumambangPengembaraan dan keterluntaan kumaknai sebagai isyaratJarak ruang dan waktu kupahami sebagai hutan lambang Di atas jembatan kelahiran dan kematian…
-
Kalapagenep
Aku merindukan matamu sebagaimana pucuk sadagoriMenanti sinar matahari. Pagi sekali aku berjalan ke baratTanpa alas kaki menyusuri pantai, sungai dan perbukitanBerdiri di tengah huma dan melihat kesedihan disemaikan Aku mengenangkan matamu sebagaimana bunga angsanaRindu pada udara. Menjelang petang aku beranjak ke utaraMenghirup aroma kandang pada penghujung musim hujanTerus berbelok ke timur menuruni undakan-undakan sawah Kadang…
-
Cirengganis
Di antara gua dan makam keramat aku mengurapiLembar-lembar selawat. Di dalam kepungan asap dupaKugumamkan semua kerinduan menjadi rajah pembukaLalu kurapal nama-nama leluhur hingga lenyap suara Jampi-jampi kutanam pada retakan tanah dan celah batuUntuk melipat jarak waktu. Lalu dari puncak kekhusyukan Ziarahku yang bertahun-tahun tumbuh menjadi gunungSendang terbentuk dari endapan kidung dan cerita pantun Sepanjang penempuhan…
