-
Dibingkai Lukisan Sore
Nada kukila tertata jiwa,mengalun perlahan renjana.Lembut namamu kusebut.Diam-diam lalu beringsut. Jalanan yang telah kusimpan dalam musim.Ialah jalanan yang telah lama kukenal.Namun melintasi jalan yang asing Mata ini sulit untuk kembali terpejamAku merasakan sesuatuMembuatku terdiam di heningnya malamSungguh mengganggu pikirankuAkal sehatku berusaha untuk meredamTernyata rindu sedang merayukuMembisikkan namamu, menggugah hatiku yang terdalam
-
Angin Pengembara
Hembusan angin datang menerpaMengalun bersama melodi iramaMenemani kesunyian hampaMenyelimutu hati seorang hamba Membalut luka di dalam dadaMengobati sakit yang terasaMencengkam perasaan yang mendalamMendekap rindu Aku menyusuri gelapnya malam perjalananBerusaha untuk mewujudkan sebuah impianBerharap sebagai awal sebuah pertemuanMenjadi saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaan
-
SATU HARI
Ayam berkokok menyambut pagimengisi perut dengan roti beragisecangkir teh menambah energimerangsang senyum yang siap dibagi Matahari memancar sepanjang siang,namun teriknya ditangkis oleh AC milik mereka yang ber-uang
-
Desa Kelahiranku
Di desa ini aku dilahirkanBersama waktu iringi senyumanPanorama yang indah dan menakjubkanMenyatu dalam kehidupan Saat pagi disapa oleh mentariGemercik air terdengar bagai melodiUdara yang segar tanpa polusi Kehidupan terus menjajahMengelincirkan langkah bermegah-megahBerbalut resah terus mengejar sampah Pada akhirnya terengah-engah salah-salahTahu tetapi tidak mauMau tetapi tidak tahu Berpegah rajah-rajahMembuai angan silumanPada akhirnya semua tahu Ketika badan membujur…
-
Hujan Menuju Esok
Rebah sejenakKau bilang tidak kuat berjalanTenang, aku duduk merangkulmuMalah petang yang kau cari Bukankah dia sudah pergiMasih seperti kemarenhanya hujan tak seramai pasar malamBuatku nyaman dalam pembaringan Menatap lampu kamarkuMelihat sekelilingku, aku sendiriUdara semakin dingin kurasaKutarik selimut Kuambil bantalSetia temani tidurkuDingin, semakin dinginLelapkanlah aku dalam tidurku
-
Rindu
Jangan berdebat dengan rinduKarna hanya bertemu itu yang ku mauJangan tanya betapa ku rinduKarna hanya dirimu obat rindu ku Semua terhempas terbawa anginHanya rindu yang tak ikutJejakmu semakin jelasDi saat kau mulai aku lepas Bagai nafasKau terus hadir tanpa lelahPelipur jiwa yang gundahMasih pantaskah aku merindumu Sementara arahku kian tak tentuJika ada kesempatan keduaIzinkan aku…
-
Terkikis oleh Waktu
Dahulu aku ingin mengubah duniaTujuan yg sebenarnya muliaBukan sekedar untuk berita-riaNamun entahlah…Sekarang semuanya terlihat sia-sia Jika memang tidak tersediaSekarang keiinginanku hanyalah membuat kelurgaku bahagiaBara api yang akan menyalaTakkan mudah padam tanpa air surga Meski kabut gunung mengurungLebih baik dari pada sisa arangYang tak bisa berguna lagiMasih ada setetes cahaya harapan Untuk bersemi benih buah manisYang…
-
Cahaya Kalbu di Pagi Hari
Pagi hariAku sendiriMunculah cahaya matahariAku merenungi Merasakan angin sepoi-sepoiKurenungi alam iniMenemukan obat hatiAgar selalu dekat dengan ilahi Begitulah cahaya hatiKegundahanku berakhir disiniHatiku terobati
-
Sebelas-Sebelas
Kala itu simfoni qolbuku tak menentuAntara bahagia dan kecewaCerita dan nyataTernyata tak menyatuTak mampu kudiamkan semua iniKu terus mencariKemana jalan yang harus kutapaki Hati ingin menampik kesalahanNamun kebenaran hanya milik pembelaanSedang resah telah mengalungi bekuSudah mengendap luapan tangisMenuangkan kepedihan yang selalu mendawaiMeronce hari berganti dengan kehampaan
-
Kehidupan
Mentari terbit diujung japanMenyinari pagi dengan senyumnyaMembinasakan semua mataTatkala ia menjelajah negeri fana Aku melihat..Sesosok wanita tua yang rapuhDuduk bersimpuh ditepi adimargaMembalik punggung tangan menghadap
