-
Tantangan Siang
Hebatnya terik 12 pasKabut jadi kepulan panasLembut berubah cadas3 jam tak jua puas, Apalah aku hanya penikmatSegala benda cair dan padatTerang warna semakin pekat Adalah muara segala puisikuTenggelam dalam dekapnyaMengurai ausnya kelu sunyi tak terkataku MatamuAdalah puisiku yang memuisikankuAndai kau masih disiniKan kulukis kembali potretmu
-
Candu Gebu
Aku bertanya disebulir airTentang harap yang sungkan kukecapTentang asa yang mulai merentaAdakah alasan untuk ku mencandu gebu? Hening,Hanya hening diantara bening yang sayup-sayup memeluk dalam gigilTersihir, semua tertunduk karena maluSesaat, untuk kemudian kembali terjaga dan bertelanjang Menari, mengucapkan mantra-mantraTerselubung, gelap beratap sinar dari api abadiPantas saja Tuhan menjadi murkaDalam bumi gelap,suara tangis tidak menjadi satu-satunya…
-
Terbelah jiwaku di masa lalu
Aku seperti sendiriDalam lingkaran massa yang aktifMereka sibuk tiada artiMengais sesuatu harga kumulatif Aku seperti sendiriDi dikte ideologi masifTertuang dalam petisi-petisiBerisi dikotomi era produktif
-
Pilihan
Jauh sudah ku melangkahDalam kabut anjasmaraHati bergidik tergetarMati raga Angan sirnaKujalani pilihan iniKuminum Air pahit sebagai pelepas dahagaLebatnya rimba hanyalah ilusi asaYang kutahu
-
Negeriku
Negara daruratPolisi merapatMelindungi sang konglomeratSedangkan rakyat merapat Negara bersandang demokrasiNamun tuli akan aspirasiKeadilan hengkangRakyat membangkang Tak ada lagi negara damaiNegara yang permaiBangsa ini kaya Tiba-tibaGelegar petir pekakkan telingaMenyambar pucuk pohon disanaHingga tak lamaHujan deras turun dari langitnyaPengobat bumi akan rindu airnya…
-
Tanya
Kepalaku penuh dengan tanya tanpa jedaLayaknya asisten pencari maknaDari berhamburnya potongan-potongan realitaYang dilalui waktu dan peristiwa Mungkin sebab akibat telah memenjaraBahwa segala sesuatu harus ada keduanyaTuhanInikah peringatan dari-MuAtas dosa-dosa manusia ciptaan-MuMasih saja manusia lalai akan teguran-MuLarut dalam foya-foya pengikis waktu
-
Terima Kasih
Sekarang sudah saatnyaUntuk menyampaikan untaian ceritaYang telah kurangkaiSaat hati telah berdamaiBanyak yang ingin kusampaikanDan juga cerita yang ingin kubagikanTerima kasih kau telah hadir Untuk siapa semua kerja dan susah payahKabarnya ada ganjaran berupa surga dan nerakaHingga lelah tidak lagi dapat dirasa, hingga sakit tidak lagi bisa mempengaruhiMereka bermaksud apa dengan kerja keras dan susah payah…
-
Malam Ikut Berkata
Petikan doa seirama dengan denting jamMerenda serat-serat hidup yang suramTertuang pada gelapnya suasana malamInilah duniaku: akar dari lelakon kejam Dalam dunia yang gelap, nyatanya tidak semua memerlukan cahayaDalam hamparan yang bisu, tidak semua telinga memerlukan alunan merduMata menjadi menyala kepada apa yang telah bulat terkunci anak panahSayup-sayup musik tidak lagi penting, dalam hati telah bernyanyi…
-
Bulan Purnamaku
Bolehkah aku bertanya?Pada bulan purnama yg merona?Ada apa denganmu?Kau sambut rinduku dengan sembiluMemandangku pun tak mampuBeranjak perlahan meninggalkanDihari kebangsaan kau buat aku nelangsa
-
Keadaan
Hari semakin gelapKepala semakin penatSemua tak berjalan sesuai rencanaKebisingan hanya dikepalaku saja Aku percayaTiada dukaTanpa rencana Aku bersaksiBahwa menangisTidak akan menurunkan gengsi Bilakah kau bertanya esok seperti apa dunia?Ia yang lelah, ia yang terlalu banyak menjadi saksiDunia yang bosan, manusia terus mengucapkan kemunafikan Tiang renta terus tergeruk oleh serakahnyaBila bumi dihancurkan, kami telah membacaGunung dan…
