-
Bemimpi diatas kertas
Aku tidak bicaraBibirku terbuka dan hembuskan udaratapi terdengar tidak sesuaikarena pikiranku begitu besar Maka aku tak perlu coba bicaraPikiranku pasti terlalu bagus untukkata kata, untuk nafas, untuk bibirku. Tapi mereka seharusnya tertulisPikiranku mengalir di kertasMereka itu cukup besar Maka aku tak bicaraAku merangkaiAku menyusunAku bermimpi
-
Bintang-bintang dimatamu
Aku lihat bulan brsinar begitu terang malam iniBagiku, kau adalah satu-satunya yang kutunggu Aku dengar simponi mendayu dari kejauhanDan kita menari seiring nyanyian malam ini Aku melihat bintang di kedua matamuOh, kau buatku merasa begitu bahagiaSelalu ketahuilah bahwa kauSatu-satunya di hatiku Aku sedih jika tidak di dekatmuDan memikirkanmu layaknya kucari bintang di atasku
-
Jadilah Milikmu
Kau bilang kau butuh akudan memang begitulah kenyataannyaKau bilang kau mencintaikudan bahwa kau peduliKubilang aku mencintaimu dengan sebenarnyadan mengasihimu sebagaimana kulakukandan kau bilang, Jadilah milikku.
-
Atas Kemerdekaan
Kita berkata: jadilahDan kemerdekaan pun jadilah bagai lautDi atasnya: langit dan badai tak henti-hentiDi tepinya cakrawalaTerjerat juga akhirnyaKita, kemudian adalah sibuk Mengusut rahasia angka-angkaSebelum Hari yang ketujuh tibaSebelum kita ciptakan pula FirdausDari segenap mimpi kitaSementara seekor ular melilit pohon itu:Inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah
-
Kepada Istriku
Pandanglah yang masih sempat adapandanglah aku: sebelum susut dari Suasanasebelum pohon-pohon di luar tinggal suaraterpantul di dinding-dinding gua Pandang dengan cinta. Meski segala pun sepi tandanyawaktu kau bertanya-tanya, bertahan setialangit mengekalkan warna birunyabumi menggenggam seberkas bunga, padamu semata
-
Dalam Doaku
Dalam doa subuhku ini kau menjelma langit yangSemalaman tak memejamkan mata, yang meluas beningSiap menerima cahaya pertama, yang melengkung heningKarena akan menerima suara-suara Ketika matahari mengambang diatas kepala,Dalam doaku kau menjelma pucuk pucuk cemara yangHijau senantiasa, yang tak henti-hentinyaMengajukan pertanyaan muskil kepada anginYang mendesau entah dari mana Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burungGereja…
-
Di Restoran
Kita berdua sajaDudukAku memesan ilalang panjang dan bunga rumputKau entah memesan apa Aku memesan batuDi tengah sungai terjal yang derasKau entah memesan apaTapi kita berdua saja DudukAku memesan rasa sakit yang tak putusDan nyaring lengkingnya,Memesan rasa lapar yang asing itu
-
Gerimis Jatuh
Gerimis jatuh kaudengar suara di pintuBayang-bayang angin berdiri di depanmuTak usah kauucapkan apa-apa; seribu kataMenjelma malam, tak ada yang di sana Tak usah, kata membeku Detik meruncing di ujung Sepi ituMenggelincir jatuhWaktu kaututup pintu Belum teduh dukamu
-
Pertanyaan Kerikil yang Goblok
“Kenapa aku berada di sini?”Tanya kerikil yang goblok itu. Ia baru sajaDilontarkan dari ketapel seorang anak lelakiMerontokkan beberapa lembar daun mangga Menyerempet ujung ekor balam yang terperanjat,Dan sejenak membuat lengkungan yang indahDi udara, lalu jatuh di jalan rayaTepat ketika ada truk lewat di sana Kini ia terjepit di sela-sela kembang banDan malah bertanya kenapa;Ada saatnya…
-
Ia Tak Pernah
Ia tak pernah berjanji kepada pohonUntuk menerjemahkan burungMenjadi api Ia tak pernah berjanji kepada burungUntuk menyihir apiMenjadi pohon Ia tak pernah berjanji kepada apiUntuk mengembalikan pohonKepada burung
