-
Hujan Dalam
Apakah yang kautangkap dari swara hujan, dari Daun-daun bugenvil basah yang teratur mengetuk jendela?Apakah yang kautangkap dari bau tanah, dari ricik air yang turun di selokan? Ia membayangkan hubungan gaib antara tanah dan Hujan, membayangkan rahasia daun basah serta ketukan yang berulang. “Tak ada. Kecuali bayang-bayangmu sendiri yang di balik pintu memimpikan ketukan itu, memimpikan…
-
Akulah Si Telaga
Akulah si telaga Berlayarlah di atasnyaBerlayarlah menyibakkan riak-riak kecil Yang menggerakkan bunga-bunga padmaBerlayarlah sambil memandang harumnya cahayaSesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja Perahumu biar aku yang menjaganya
-
Kita Saksikan
Kita saksikan burung-burung lintas di udaraKita saksikan awan-awan kecil di langit utaraWaktu itu cuaca pun senyap seketikaSudah sejak lama, sejak lama kita tak mengenalnya Di antara hari buruk dan dunia mayaKita pun kembali mengenalnyaKumandang kekal, percakapan tanpa kata-kataSaat-saat yang lama hilang dalam igauan manusia
-
Sajak Tafsir
Kau bilang aku burung?Jangan sekali-kali berkhianatkepada sungai, ladang, dan batu.Aku selembar daun terakhiryang mencoba bertahan di rantingyang membenci angin.Aku tidak suka membayangkankeindahan kelebat dirikuyang memimpikan tanah,tidak mempercayai janji api yang akan menerjemahkankuke dalam bahasa abu.Tolong tafsirkan akusebagai daun terakhiragar suara angin yang meninabobokanranting itu padam. Tolong tafsirkan aku sebagai hasratuntuk bisa lebih lama bersamamu.Tolong ciptakan…
-
Sajak Kecil Tentang Cinta
Mencintai angin harus menjadi siutMencintai air harus menjadi ricikMencintai gunung harus menjadi terjalMencintai api harus menjadi jilat Mencintai cakrawala harus menebas jarak Mencintai-Mu harus menjelma aku
-
Menjenguk Wajah di Kolam
Jangan kau ulang lagimenjengukwajah yang merasasia-sia, yang putihyang pasiitu. Jangan sekali-kali membayangkanWajahmu sebagairembulan. Ingat,jangan sekali-kali. Jangan. Baik, Tuan.
-
Hanya
Hanya suara burung yang kau dengarDan tak pernah kaulihat burung ituTapi tahu burung itu ada di sana Hanya desir angin yang kaurasaDan tak pernah kaulihat angin ituTapi percaya angin itu di sekitarmu Hanya doaku yang bergetar malam iniDan tak pernah kaulihat siapa akuTapi yakin aku ada dalam dirimu
-
Kuhentikan Hujan
Kuhentikan hujanKini matahari merindukanku, mengangkat kabut pagi perlahan Ada yang berdenyut dalam dirikuMenembus tanah basahDendam yang dihamilkan hujanDan cahaya matahariTak bisa kutolak Matahari memaksaku menciptakan bunga-bunga
-
Pada Suatu Hari Nanti
Pada suatu hari nantijasadku tak akan ada lagitapi dalam bait-bait sajak inikau takkan kurelakan sendiri Pada suatu hari nantisuaraku tak terdengar lagitapi di antara larik-larik sajak inikau akan tetap kusiasati Pada suatu hari nantiimpianku pun tak dikenal laginamun di sela-sela huruf sajak inikau takkan letih-letihnya kucari.
-
Hatiku Selembar Daun
Hatiku selembar daunmelayang jatuh di rumput Nanti dulubiarkan aku sejenak terbaring di siniada yang masih ingin kupandangyang selama ini senantiasa luput Sesaat adalah abadisebelum kausapu tamanmu setiap pagi
