Kisah di Malam Hari

Langit telah menutup tirai
Kehidupan mulai bersahut ramai
Miliaran manusia banjir terurai
Menyambut sang rembulan yang gemulai

Hati tak sanggup menyuplai
Akal mulai bersiasat lihai
Tatapan rayu menyeringai
Luluhkan hati

Seketika kembali mencengkeram kejam bumi
Mencari perlindungan terkokoh menghindari sekarat kembali
Kemana rekan, kemana saudara
Hanya sendiri di tengah tanah gersang tidak berpenghuni

Tidak ada kumbang tidak akan nampak pelangi bunga
Tatapan mata adalah kuat ku, dan ku dapat dari bayangan ku sendiri pada pecahan kaca
Kemana suara tawa itu pergi

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai