Semusim Lalu

Semusim berlalu
Senyum bahagia di wajah senja tlah beku
Air mata paling bahagia, jerit tangis dan tawa
Kitalah dua insan simbol kehilangan

Ratap demi ratap
Selalu membasahi tiap helai magenta

Semua kisah itu tak dapat ku lupakan dari memoriku
Tentang perjuangan kehidupanku untuk meraih impianku
Walau banyak rintangan yang harus dihadapi
Namun bukan itu yang membuatku harus menyerah

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai