Sebotol shampo di balik kaca
Depan rumahku
Selalu membuatku penasaran
Ingin sekali kuhirup aromanya
Kata si Ling, wanginya tak ada yang menandingi
Entahlah, orang tuaku tak pernah membelikannya
Mungkin esok pagi, akan kubeli shampo itu
Pagi ini, ya, seharusnya ini masih pagi
Tapi gulita membuatku sangsiItik-itikku kembali ke kandang, menambah keyakinanku
Asap-asap tebal membumbung tinggi
Orang-orang berhamburan keluar
Kulihat mereka memecah kaca toko Tan Tjik Ling
Kaki kecilku reflek berlari
Tak ada yang boleh mengambil shampo si Ling
Kubawa shampo itu ke rumah
Ayahku marah“Kembalikan, barang jarahan tak boleh masuk rumah ini”
Tapi aku terlalu takut keluar, mereka semakin brutal
Membakar apapun dan sibuk berteriak “Hidup Pribumi!”

Tinggalkan komentar