Awal yang kelabu.

Setelah ibumu memilih dunia
Dan ayah tetap dhuafa
Jasadmu raib disambar elang perempuan
Hatimupun terbacik
Dalam buaian nan sungguh gantungan.Setelah ibumu
Lari jauh membawamu
Tinggal sepi rumah ini
Sebuah popok dan selimut kecilmu,
Juga air mata kurus ayah
Yang terkuras mengenangmu.Ditengah zaman ketidakpastian
dan terpaan badai moneter
Dan ibumu yang tidak setangguh karang
Entah siapa yang kelak memperkenalkanmu pada Tuhan.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai