Pengejar Mimpi

Wajahnya kian muram
Rambut putihnya yang tersembunyi dalam kerudung hijau
Mata sayu yang menyimpan banyak kesedihan
Pundak yang tak mampu menopang beban hidup
Serta butiran letih yang menetes di dahinya


Di balik jerit tangisnya
Banyak tawa yang ia persembahkan
Di balik sana,
Di balik tembok yang hampir runtuh
Ia persembahkan segenggam uang 5000 rupiah
Untuk keluarga yang terkasih yang menanti senyum nya


Yang berharap bahwa laparnya akan segera hilang
Namun hanya kekecewaan yang di dapat
Tas dagangan yang ia bawa,Masih utuh tak terjual
Menangis tersedu-sedu
Sambil berkata dan meminta


Kepada sang penguasa alam
Adakah tersisa selembar uang yang masih malaikat bawa
Izinkanlah aku memintanya “
Kemudian ia berlari dan berharap mendapat jawaban.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai