Setia tak bertepi

Telah kutitip segala kisah
Di jendela duniamu
Kelak kau terjaga
Masih bisa menghidu aroma yang sama
Ada cerita manis yang kau toreh
Pada setiap desau daun pagi

Di batang-batang buluh perkampungan
Kala melewati jalan setapak bebatuan
Kau tersenyum penuh kharisma
Menatapku tak berkedip
Selarik sajak kau ukir
Tepat di binar sahajaku

Di sana tersirat:
“Tulus ini tiada dua
Cukup kau satu selamanya
Meski raga tiada lagi
Napas ini tetap untukmu.”

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai