Kategori: Tidak Dikategorikan
-
Kebebasan
Siapa yang mengelus wajahmu yang berlumuran darah Penuh keputusasaan dengan aliran yang mengalir kecilDengan batu besar yang berdiri Kokoh Siapakah yang merangkul jiwamu yang lelah namun muliaMemberikan pengharapan hidup pada gersangSebuah benih berakar pada mulanya Topan kencang tidak akan lagi menggoyangkanKini kuat laksana gunung menjulangTidak ada doa yang terbengkalai dalam daftar terkabulnyaUntuk yang terbaik semua…
-
Belenggu tak terlihat
Andaikata nafas terus terembusMeraung sakit tanpa terendusMakin hari makin kurusMeludah, mendengus Andaikan langit telah biruSuara kendaraan menderu-deruDan kamu masih berburuMatilah kamu tertusuk
-
Kamu
Katamu piluJiwamu lesuRamaimu senduSedihmu candu Dunia ini bukan punyamuIstana juga bukan rumahmuInginmu bukan semau-mau muDan Puteri bukanlah dirimu Jangkauamu sipitRasamu terhimpitSelalu merasa paling sakit
-
2021
Bolehkah kutanya dirimuTentang apa yang terjadi padamuMengikut alur entah berantahTak kunjung sirna di pelupuk mata Penuh harapan diawal kedatanganBahkan naif akan adanya kesempatanLebih suka menimpakan kesempatan
-
Mencari Barisan Sajak
Apa kiranya jadi lirik sajakku, keluhku,Sekali lagi , rintik hujan menambah kalbu berkabut naluriku,Apa salah alam kalau hendak ia menyapa hari?Menyiram harapan di tanah hampa tanpa sajak Berbaringlah aku pada tempat terdamai yang pernah aku singgahiDalam pakaian tercantik dengan wangi yang sangat senang untuk terus aku endusBila ada cermin mungkin tak akan aku menoleh langitTerlalu…
-
Kisah di Malam Hari
Langit telah menutup tiraiKehidupan mulai bersahut ramaiMiliaran manusia banjir teruraiMenyambut sang rembulan yang gemulai Hati tak sanggup menyuplaiAkal mulai bersiasat lihaiTatapan rayu menyeringaiLuluhkan hati Seketika kembali mencengkeram kejam bumiMencari perlindungan terkokoh menghindari sekarat kembaliKemana rekan, kemana saudaraHanya sendiri di tengah tanah gersang tidak berpenghuni Tidak ada kumbang tidak akan nampak pelangi bungaTatapan mata adalah kuat…
-
Polemik Negeri
Si pengobral janjiDemi kursi di bawah partaiBerkolaborasi memiskinkan negeriKepercayaan kami “KAU” nodai Setelah berjas dan berdasiMasihkah punya hatiAtau memang sudah matiNKRI harga mati
-
Jemariku yang Bisu
Kebisuan langit malamLebih baik dari harapan yang kau pendam diam diam Gemuruh diatas awanLebih baik dari gumpalan angan diperhatiakn balik olehnya Jantung mungil ini terus berderuMerasa perih saat untuk kali ini mungkin semua tidak akan pernah terulang Memohon, lutut itu bertekuk tidak untuk saat berikutnyaItu adalah nya terakhir yang ku bagi dua Maaf aku tidak bisa…
-
Badai
Raga bersorak gempita melambai-lambai bagaskaraSabastala bermega hitaman seolah tak kan rintiknyaNamun dalamnya, akara merunduk pilu bagai bunga nan layuGelisah pilu bagai badai membadai di taman kalbu Di saat matahari sangat lelah hingga tak menemani kami untuk duduk dana berbincangKelebatan malam tidak lagi memberikan ultimatum ketakutan untuk surut ke belakangOrang yang tepat. Hingga jendela tertutup tidak…
-
Tak seindah dulu
Sudah dua puluh tahun umurkuAku tumbuh dari keluarga yang sederhanaHidup apa adanya tanpa mengeluhKedamaian terasa begitu indah Itu dulu, sebelum aku menginjak kuliahRasa pikiran bagai tak ada
